5 Cara Ajarkan Anak guna Mengenal Huruf

n itu, membudayakan Si Kecil untuk menyimak sejak dini pun dapat memberi tidak sedikit manfaat baik guna tumbuh kembangnya. Namun sebelum mengajarkan Membaca anak, ibu butuh memerhatikan kesiapan anak dari sisi fisik dan mentalnya. Pasalnya, menyimak bukanlah kemampuan yang dapat dikuasai begitu saja oleh anak. Jadi, kapan masa-masa yang tepat guna anak belajar membaca? Yuk, cari tahu di sini.

Memerhatikan Kematangan Sistem Proprioseptif
Apa yang dimaksud dengan sistem proprioseptif? Sistem proprioseptif ialah kemampuan seorang anak guna mengetahui eksistensi dan posisi tubuhnya. Bila anak telah mengembangkan sistem ini dengan baik, dia bisa merasakan eksistensi anggota-anggota tubuhnya tanpa mesti menyaksikan atau menggerakannya. Sistem ini juga bersangkutan dengan keterampilan anak guna duduk tenang dan memfokuskan perhatian.

Jadi, bila sistem proprioseptif anak belum matang, dia akan kendala belajar membaca. Si Kecil belum dapat membayangkan bila ibu memakai jari guna menulis format dari huruf “a” di udara. Akibatnya, Si Kecil akan keadaan bingung saat mengenali huruf “b” dan “d”. Cara beda untuk memahami kematangan sistem proprioseptif anak ialah coba tuliskan sebuah huruf di atas punggung anak dengan memakai jari. Bila Si Kecil belum dapat mengenalinya, berarti sistem proprioseptif belum matang.

Waktu yang Tepat
Sebenarnya secara ilmiah pun, belum ada riset yang menilai kapan masa-masa yang tepat guna anak belajar membaca. Namun biasanya, balita telah mulai tertarik belajar menyimak sekitar usia 2 tahun. Hal ini sebab pada masa itu, pola pikir anak telah mulai terbentuk dan anak juga ingin punya rasa hendak tahu yang tinggi. Nah, ibu dapat memanfaatkan waktu ini guna mulai teratur membacakan kitab cerita guna Si Kecil. Selain dapat meningkatkan minat anak guna membaca, pekerjaan mendongengkan atau membacakan kitab cerita juga dapat membuat anak dapat lebih cepat membaca.

Mengajari Anak Membaca Secara Bertahap

Selain memahami waktu yang tepat, ibu pun perlu mengajari anak menyimak secara bertahap. Pada etape awal, ibu dapat mengenalkan alfabet pada Si Kecil dan mengajarinya teknik melafalkannya. Ingat, kecepatan masing-masing anak guna belajar masing-masing huruf berbeda-beda ya, bu. Ada yang dapat mempelajarinya dengan cepat, namun ada pun yang perlu waktu guna mengingatnya. Semua ini tergantung dari perkembangan benak Si Kecil dan teknik mendidik orangtua.

Di samping itu, menurut keterangan dari Susan R. Johnson, seorang dokter dan pakar pertumbuhan anak, anak yang masih berusia di bawah 7 tahun pun lebih tidak sedikit menggunakan benak kanannya. Hal ini menciptakan anak mengenali huruf sebagai gambar. Jadi, saat anak diperkenalkan suatu kata, anak yang memakai otak kanannya ingin akan menilik huruf kesatu dan terakhir serta panjang katanya. Hal ini menciptakan Si Kecil biasanya tidak menyadari urutan huruf dalam katanya. Karena itu, kadang-kadang anak suka salah menyinggung kata “rambut” menjadi “rumbat” misalnya.

Alih-alih memakai otak kanan, perkembangan benak kiri anak pun sangat penting sebab di benak kiri lah ada pusat baca. Pusat menyimak ini yang menciptakan anak dapat untuk belajar menyimak secara fonetik, yakni dari huruf ke huruf, sampai-sampai mereka dapat mengeja kata demi kata dengan benar. Jadi, ibu pun perlu memerhatikan perkembangan benak anak (neurologis) saat hendak mengajari anak menyimak secara formal.

Masa-masa krusial yang menilai keterampilan membaca anak memang terjadi pada umur sekitar 6 tahun atau kurang. Karena itu, penting untuk ibu untuk menolong anak belajar menyimak dengan cara yang tepat dan dibarengi dengan pelajaran menulis. Baru pada umur 7 tahun, anak dapat melafalkan ucapan-ucapan dengan jelas, sampai-sampai ibu dapat lebih gampang mengoreksinya bila ada kekeliruan eja sebuah kata.

 

 

Leave a Comment